Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2015

Plagiarisme

Kali ini saya akan membahas mengenai plagiarisme, terutama dalam desain kemasan/produk. Desain kemasan produk itu berhubungan dengan branding produk anda. Logikanya seperti ini. Sebuah produk apalagi produk baru, harus bisa menarik hati para konsumennya.
Sedangkan ciri desain kemasan produk yang menarik hati konsumen adalah kemasan yang menjual. Ingat, desain kemasan produk yang menjual. Bukan desain kemasan produk yang mahal, bukan juga desain kemasan produk yang terlihat rumit atau desain kemasan produk yang warnanya banyak. Pokoknya desain kemasan produk yang menjual. Nah, sekarang bisa anda bayangkan, ketika anda menjual produk anda ke konsumen yang baru mengenal produk anda, apa jadinya kalau desain kemasan produk anda tidak menarik? Konsumen tidak akan berpaling ke produk anda.
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator. (sumber) Berikut beberapa contoh peniruan desain produk, baik dari segi nama merk maupun desain kemasan produk.







Kamis, 18 Juni 2015

Desain Untuk Anda

Bayangkan anda sedang menjalankan usaha yang sudah dimulai setahun yang lalu, tapi jumlah pesanan atau permintaan pasar akan produk anda masih saja rendah. Anda akan menanyakan pada diri Anda, "apa yang salah dengan cara berjualan saya?".
Mungkin, anda perlu melakukan gebrakan dalam hal promosi produk/usaha. Tentu saja, aspek desain komunikasi menjadi hal yang cukup vital dalam mempromosikan produk/usaha anda. Tapi, bagaimanakah cara membuat desain yang fungsional dan menguntungkan bagi usaha anda? Kami akan menjelaskan pada anda cara membuat desain promosi yang tepat!


1) Cari dan pilihlah desainer profesional. Kalau perlu, carilah yang sudah pernah menempuh jalur akademis seperti SMK Desain atau kuliah di jurusan Desain. Desainer dengan basis pendidikan yang tepat akan lebih mudah mengerti desain seperti apa yang anda butuhkan. Lebih baik mengocek sedikit lebih banyak uang di awal untuk hasil desain yang profesional, daripada mendapatkan desain yang murah, tapi harus berkali-kali diganti karena ternyata tidak sesuai kebutuhan.

2) Carilah referensi desain terlebih dahulu. Hal ini akan mempermudah anda dalam menjelaskan keinginan anda, dan membuat desainer lebih mudah mengerti apa yang anda butuhkan. Referensi desain bisa anda dapatkan melalui banyak cara. Anda bisa mencarinya di google dengan keyword sesuai kebutuhan anda seperti "desain brosur", "desain logo kopi", dan lain sebagainya.



3) Cari info seputar produk anda. Siapa saja target pasarnya, sampai mana anda akan memperjualbelikan produk/jasa anda, dan bagaimana kesan yang anda ingin muncul di benak konsumen ketika melihat iklan produk anda. Hal-hal kecil seperti ini akan membuat desain anda menjadi lebih dekat pada konsumen, yang tentu saja akan berimbas pada penjualan usaha anda.

Sekian trik dan tips membuat desain promosi yang tepat dari kami. Semoga bermanfaat!

Kamis, 11 Juni 2015

Definisi Desain

Bicara desain, tentu harus memiliki dulu dasar pemahaman yang jelas tentang apa itu desain. So, apa sih desain itu?


Desain sendiri berarti "rancangan" atau "kerangka" (sumber). 

Dalam praktiknya, desain diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk benda nyata. (sumber)
http://ngobroldesain.blogspot.com/
Di Indonesia, bidang desain yang sebenarnya cukup dikenal oleh masyarakat--tapi istilahnya sendiri jarang digunakan adalah DESAIN KOMUNIKASI VISUAL, atau disingkat DKV (diskomvis). Istilah yang panjang ini tentu saja tidak sekadar kata-kata saja. Desain komunikasi visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lainnya. (sumber)



Dalam kesehariannya, masyarakat kita lebih mengenal DKV dalam aplikasinya seperti: reklame, neonbox, brosur, website, spanduk, iklan TV, dan lain sebagainya. Hal ini karena memang hasil akhir/produk dari desain komunikasi visual sendiri adalah media-media yang digunakan untuk memecahkan masalah komunikasi melalui pendekatan visual--sehingga sangat sering diaplikasikan untuk promosi produk.



Itu saja dulu penjelasan singkat tentang desain komunikasi visual. Semoga bermanfaat!

MEET and GREET!

Halo, kawan-kawan sekalian!
Saya sebagai admin blog ini akan memperkenalkan secuil informasi tentang apa dan mengapa blog ini dibuat. Seperti namanya, "NGOBROLDESAIN", blog ini saya fokuskan untuk menulis berbagai macam artikel yang bersangkutan dengan dunia desain, seperti: DKV(desain komunikasi visual), desain produk & packaging, desain grafis, dunia iklan hingga desain yang bersentuhan dengan dunia maya--alias desain multimedia.

Saya agak prihatin dengan kurangnya artikel berkualitas seputar dunia desain, terutama yang dilandasi oleh pengetahuan dan teori yang relevan, sehingga muncullah ide untuk membuat blog ini. Selain dengan niat memberikan catatan-catatan tentang dunia desain, saya juga ingin sedikit berbagi ilmu pada masyarakat. Sebagai alumni kampus seni ternama di Indonesia, saya merasa harus mengkontribusikan ilmu yang saya miliki baik kepada sesama rekan desainer, dan juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya desain.

Udah cukup nggedabrus(omong kosong)nya, YUK LANGSUNG DIBACA.

Cheers!